Beranda » Uncategorized » Freire Pendidikan yang Membebaskan

Freire Pendidikan yang Membebaskan

Teori pendidikan telah berkembang dari teori dengan paradigma
konservativisme sampai pada teori berparadigma ekstrem seperti
liberalisme, liberasionisme sampai anarkisme. Teori pendidikan yang
mempengaruhi tema tulisan ini berasal dari teori pendidikan Paulo
Freire, seorang pendidik praksis revolusioner berbasis paradigma
liberasionisme (pembebasan). Gagasan Freire banyak dianggap sebagai
gagasan pembebasan penuh pendidikan institusional dan mengacu pada
pembebasan masyarakat dalam mengenyam pendidikan. Gagasan ini banyak
disetarakan dengan teori anarkis mengenai praktik ajar-mengajar yang
dinilai sudah cenderung menjadi komoditas kapitalistik yang tidak
lepas dari usaha pemenuhan kebutuhan semu terhadap tuntutan
masyarakat semu produk sistem kapitalis. Putar-ulang seluruh gagasan
pendidikan sebagai kritik terhadap sistem dan metode pendidikan yang
sudah baku adalah gagasan para anarkis—dari sini muncul
istilah ‘deschooling society’ yang menyatakan sikap para anarkis.
Freire kemudian sangat dekat dengan para penggagas anarkis ini
terutama karena rasa antipati terhadap sistem kapitalistik dan
karena sifat praksis serta revolusioner Freire.

Tatanan nilai positif Freire dapat disejajarkan dengan tema
pendidikan yang berkembang akhir-akhir ini: apakah institusi
pendidikan berniat mencetak manusia mekanistis, atau berusaha untuk
lebih menghasilkan manusia yang berbudaya? Manusia yang berbudaya di
sini mungkin lebih diarahkan pada peraihan kebebasan dan humanisasi,
sesuai dengan niat Freire.

Beberapa konsep Freire mengenai pendidikan yang membebaskan dan
memanusiakan dapat dilihat di bawah ini:
(1) Pendidikan ditujukan pada kaum tertindas dengan tidak berupaya
menempatkan kaum tertindas dan penindas pada dua kutub
berseberangan. Pendidikan bukan dilaksanakan atas kemurah-hatian
palsu kaum penindas untuk mempertahankan status quo melalui
penciptaan dan legitimasi kesenjangan. Pendidikan kaum tertindas
lebih diarahkan pada pembebasan perasaan/idealisme melalui
persinggungannya dengan keadaan nyata dan praksis. Penyadaran atas
kemanusiaan secara utuh bukan diperoleh dari kaum penindas,
melainkan dari diri sendiri. Dari sini sang subjek-didik membebaskan
dirinya, bukan untuk kemudian menjelma sebagai kaum penindas baru,
melainkan ikut membebaskan kaum penindas itu sendiri. Pendidikan ini
bukan bertujuan untuk menjadikan kaum tertindas menjadi lebih
terpelajar, tetapi untuk membebaskan dan mencapai kesejajaran
pembagian pengetahuan.
(2) Bila pembebasan sudah tercapai, pendidikan Freire adalah suatu
kampanye dialogis sebagai suatu usaha pemanusiaan secara terus-
menerus. Pendidikan bukan menuntut ilmu, tetapi bertukar pikiran dan
saling mendapatkan ilmu (kemanusiaan) yang merupakan hak bagi semua
orang tanpa kecuali.
(3) Kesadaran dan kebersamaan adalah kata-kata kunci dari pendidikan
yang membebaskan dan kemudian memanusiakan.

(dari berbagai sumber)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: